Label

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2011

Pelapukan


Pengertian Pelapukan
Pelapukan adalah proses pegrusakan atau penghancuran kulit bumi oleh tenaga eksogen. Atau dapat juga diartikan, pelapukan merupakan proses-proses alami yang menghancurkan batuan.

Jenis Pelapukan
Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:


- Pelapukan Biologi atau Organik
merupakan pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup.

Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang, tumbuhan dan manusia.
1. Binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga.
2. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi.
* Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya.
* Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar- akar serat makanan menghisap garam makanan dapat merusak batuan.
3. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan.

- Pelapukan Fisika atau Mekanik merupakan pelapukan yang disebabkan oleh proses fisika .
Pada proses ini batuan akan mengalami perubahan fisik baik bentuk maupun ukurannya.
Pelapukan ini di sebut juga pelapukan mekanik sebab prosesnya berlangsung secara mekanik.

Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:
1. Adanya perbedaan temperatur yang tinggi.
Pelapukan ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim gurun. Pada siang hari bersuhu panas maka batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat udara menjadi dingin, batuan mengerut, hal ini dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.


2. Adapun pembekuan air di dalam batuan.
Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang. Jika air membeku maka volumenya akan mengembang dan menyebabkan tekanan, karena tekanan ini batu- batuan menjadi rusak atau pecah.

3. Berubahnya air garam menjadi kristal.
Pelapukan ini terjadi di daerah pantai. Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguap dan garam akan mengkristal, kristal garam ini yang merusak batuan.

- Pelapukan Kimiawi merupakan pelapukan yang menghancurkan masa batuan yang disertai perubahan struktur kimiawinya.

* Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst).

* Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO2). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst.

* Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi, hal ini karena di Indonesia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi.

Sumber Energi Alternatif Terbaru

Rasio elektrifikasi di Indonesia tergolong rendah. Karena itu, wajar saja jika tahun ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) berupaya menaikkan rasio itu menjadi setidaknya 70 persen di seluruh provinsi. Maklum saja, di sejumlah provinsi di Indonesia Timur khususnya, rasio elektrifikasi masih di bawah 60 persen. Untuk mencapai target itu, PLN telah menyiapkan dana Rp 5 triliun.

Yang menarik dicermati, PLN kian serius untuk memanfaatkan energi bersih terbarukan seperti panas bumi (geotermal), matahari, air, dan arus laut. Selama ini, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur dan wilayah terpencil, PLN kebanyakan memakai bahan bakar minyak yang ongkosnya tinggi.

Tentu menggembirakan ketika mengetahui bahwa perusahaan setrum negara ini menyiapkan Rp 900 miliar untuk membangun 100 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah Indonesia Timur. Satu pulau di wilayah tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp9 miliar. Sedangkan targetnya adalah 100 pulau.

Ke-100 PLTS ini rencananya akan memasok listrik berkapasitas total 18.150 kilowatt pick (KWP). Daya ini bisa mengalirkan listrik ke 30 ribu pelanggan baru. Investasi yang besar ini diperlukan karena selain membangun pembangkit, PLN juga akan membangun trafo dan jaringan. Lalu, PLN juga akan membangun baterai yang berfungsi menyimpan listrik. PLN memperkirakan, panjang jaringan sambungan yang dibutuhkan untuk menyalurkan listrik dari 100 PLTS ke pelanggan mencapai 932,25 meter.

PLN juga melirik tenaga arus laut. Wilayah perairan Indonesia, terutama selat-selat yang menghadap Lautan Hindia dan Samudra Pasifik ternyata memiliki arus laut yang kuat sehingga menyimpan potensi yang bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membangkitkan energi listrik dari sumber energi yang terbarukan.


Di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, berdasarkan hasil riset yang dikembangkan Badan Pengkajian dan PPT dari 10 selat yang ada di wilayah perairan ini, bisa dihasilkan energi listrik hingga 3.000 MW. Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menyebutkan, pada 2050, energi yang dihasilkan dari lautan bisa mencapai 6.000 MW.

Perlu diingatkan bahwa sepertinya sudah menjadi takdir Tuhan, Indonesia dianugerahi kekayaan sumber energi yang bervariasi. Selain energi yang disebutkan di atas, Indonesia juga punya cadangan minyak dan gas bumi. Batu bara melimpah. Angin juga ada. Panas bumi malah nomor satu terbesar di dunia. Belum lagi sumber daya alam hayati yang bisa digunakan sebagai bahan bakar nabati, seperti kelapa sawit, maupun jarak pagar.

Tetapi rupanya beragamnya sumber energi itu, membuat Indonesia tidak fokus dalam mengembangkan sumber energi alternatif. Semuanya dikembangkan. Akibatnya, ketika sumber energi primer yakni minyak dan gas bumi, harganya kian meroket, Indonesia seperti ketinggalan kereta. Sehingga langkah PLN ini memang selayaknya untuk didukung, karena bagaimanapun minyak bumi, gas bumi, dan batu bara bakal habis. Kita butuh energi yang terbarukan.